TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSARUniversitas Islam Makassar (UIM) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Makassar dan mempunyai perhatian yang besar terhadap pentingnya membangun dan membina wirausaha-wirausaha muda yang professional, mandiri dan berkarakter aswaja, kembali menggelar program Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK) tahap ketiga, (2-3/11/2017).

Program pelatihan wirausaha muda tersebut merupakan dana hibah dari DP2M Direktorat Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) tahun 2017 hingga tahun 2019, yang melibatkan mahasiswa dan alumni yang mempunyai minat dalam berwirausaha.

Ibk juga merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan dan diminati oleh mahasiswa UIM dilihat dari jumlah pendaftar pada tahun pertama ini sebanyak 40 orang sementara yang diterima hanya 20 orang.

Ketua tim IbK UIM Dr. Ir. Andi Kasirang T Baso, M.Si, berharap IbK mampu melahirkan para creator wirausaha muda baru khususnya mahasiswa dan alumni UIM.

“Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk membangkitkan semangat dan membentuk karakter wirausaha muda yang mandiri, professional dan berkarakter aswaja, dan agar calon entreprenenur dapat mempunyai akses terhadap keterampilan dan pengetahuan untuk memulai dan meningkatkan bisnis mereka yang juga akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja,” kata Ketua tim IbK UIM, Andi Kasirang kepada tribuntimur.com, Jumat malam.

Adapun materi pelatihan yang disajikan selama pelatihan selaa dua hari tersebut mengenai Entrepreneurial Mindset, Business Model, Marketing serta Accounting and Financing.

Dan pada pelatihan sebelumnya telah menghasilkan berbagai produk yang dihasilkan dari tenant wirausaha IbK UIM antara lain usaha budidaya jamur tiram, usaha telur asin TEGAR, usaha tas raut, usaha olah makanan sehat sambusa dan otak otak, keripik ubi ungu dan kentang Merknya D’KrungtanG, design grafis gelas dan kaos kreatif, dan es cream buah.

“Program IbK ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan alumni dalam membentuk jiwa Kewirausahaan mereka sehingga nanti akan menjadi Job Creator bagi masyarakat. Mereka yang akan menciptakan lapangan pekerjaan,”tambah Andi Kasirang.

Sementara untuk mewadahi produk dari peserta pelatihan, tim IbK UIM membuat gerai Kewirausahaan di fakultas Pertanian sebagai media untuk mempromosikan produk dan juga mengarahkan para tenant untuk mengembangkan produk produk dari pertanian secara umum agar mempunyai nilai tambah dan berkelanjutan.

Dalam waktu dekat, kampus UIM khususnya di Fakultas Pertanian kata Andi Kasirang, akan dibangun kumbung jamur tiram dan budidaya cacing. Andi Kasirang dibantu oleh tim IbK lainnya yaitu Ir. Sulfiana, M. Si, Ir. Jamila, MP dan A. Susilawaty Hardiani.

 

Translate »